Cara Bertahan Hidup Ketika Harga BBM Naik Bagi Masyarakat Kecil - INIRUMAHPINTAR.com

Cara Bertahan Hidup Ketika Harga BBM Naik Bagi Masyarakat Kecil

INIRUMAHPINTAR.COM - Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) sejak Minggu (94/9/2022) menimbulkan dampak bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat kecil. Hingga saat ini, kenaikan harga BBM tersebut memicu terjadinya kenaikan harga barang-barang, terutama bahan makanan pokok. Bukan hanya itu, ongkos transportasi umum juga mengalami kenaikan drastis. Sementara, di sisi lain, pendapatan masyarakat tidak mengalami kenaikan. Hasilnya, terjadilah pengurangan daya beli masyarakat. Demonstrasi pun terjadi dimana-mana. Bersumber dari sejumlah sosial media, masih terlihat tingginya animo demonstrasi di hampir semua kota besar di Indonesia. Entah sampai kapan?

Menyikapi adanya kenaikan harga BBM tersebut, yang paling mendapat perhatian adalah kenaikan harga Pertalite yang sebelumnya Rp. 7.650,- menjadi Rp. 10.000,-. Hal itu dikarenakan hampir seluruh masyarakat kecil hingga menengah menjadi pengguna utama dari jenis bahan bakar ini. 

Bagi masyarakat kecil yang memiliki penghasilan pas-pasan kenaikan harga pertalite ini sangat memukul. Meskipun pemerintah berencana mengucurkan BLT (Bantuan Langsung Tunai), tidaklah begitu menimbulkan efek meredakan atas goncangan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Hal itu dikarenakan beberapa hal. 

Pertama, proses pengusulannya yang memerlukan aplikasi dan internet. Bukankah tidak semua masyarakat kita yang berada pada garis kemiskinan memiliki ponsel pintar dan jaringan internet. Bahkan, penghasilan mereka hanya cukup buat makan. Itupun terkadang tidak cukup. 

Kedua, nilai BLT BBM sebanyak 600 ribu rupiah belum mampu menjamin keberlanjutan masyarakat kecil dalam menjalani kehidupan. Nilai itu akan habis dalam waktu sekejap tanpa memberikan dampak kemandirian.

Ketiga, dampak kenaikan harga BBM juga dirasakan kaum menengah, khususnya kalangan buruh, karyawan, guru honorer, pegawai harian, dosen kontrak, bahkan pns, apalagi jika gaji mereka tidak mengalami kenaikan. 


 

Meskipun Berat, Hidup Terus Berjalan

Meskipun terasa makin berat menjalani kehidupan, masyarakat kecil tidak sedikit juga yang memilih diam saja, khususnya mereka yang hidup di kampung-kampung dan pelosok negeri.

Mereka tidak berdaya dan memilih untuk bertahan hidup dengan cara-cara hidup sangat sederhana.

Cara ini tentu ampuh, daripada mengeluh dan berputus asa. 

Dengan harapan pemerintah segera menemukan solusi terbaik untuk mengembalikan semangat dan perwujudan nilai-nilai kemerdekaan berkeadilan di negeri ini. 

Cara Bertahan Hidup dalam Menyikapi Kenaikan Harga BBM

Berikut ini adalah hal-hal yang dapat dilakukan agar dapat bertahan hidup ditengah himpitan ekonomi setelah kenaikan harga BBM. Silahkan renungkan dan praktikkan sebisa mungkin. 

1. Kurangi pengeluaran konsumtif

Naiknya kebutuhan yang tidak seimbang dengan pendapatan, khususnya pegawai, guru, buruh, pns, dan pedagang kecil, petani, dan nelayan memaksa untuk pandai-pandai mengelola pendapatan. 

Mulai sekarang, kurangi atau bahkan tiadakan lagi alokasi pendapatan untuk membeli barang-barang non-kebutuhan pokok. Fokuslah untuk pemenuhan makanan dan minuman yang layak terlebih dahulu.

Tidak perlu mendahulukan gengsi, utamakan nasi dan ASI buat si kecil.

Barang-barang tersier, pernak-pernik interior rumah, baju, tas, sepatu, cukuplah satu atau dua saja. Yang penting ada dipakai untuk kerja dan beraktivitas. 

2.  Hindari Utang

Jangan sampai karena terguncang kenaikan harga BBM, niat berhutang kembali menguat. Lebih baik kurangi pengeluargan tidak penting daripada memaksakan keadaan dengan mengandalkan utang. 

Hidup sederhana tanpa utang jauh lebih baik, daripada gaya-gayaan menggunakan uang orang lain. Apalagi jika itu hanya untuk keperluan konsumtif. Lebih baik hidup sederhana dulu sembari berproses menaikkan pendapatan.

3. Berjuang Mencari Penghasilan Lebih

Mencari penghasilan lebih dengan segala potensi yang dimiliki wajib dilakukan. Dengan sendirinya nanti kenaikan harga BBM akan dapat diimbangi dengan naiknya penghasilan. Yang penting fokus dan jangan terlena pada gengsi. 

Cukup tambahlah porsi kerja, naikkan kreativitas, munculkan gerakan ekonomi baru. Doa dan ikhtiar akan mengantarkan kita kepada jalan keluar. 

4. Mengurangi Penggunaan BBM

Mulai saat ini, kurangi perjalanan tidak penting yang justru menguras penggunaan BBM. Bagi yang tempat kerjanya dekat, manfaatkan transportasi umum, naik sepeda atau jalan kaki saja biar lebih sehat. Kita harus adaptif dengan keadaan ini. Mengeluh hanya mengurangi semangat dan menurunkan kualitas kesehatan. 

Toh, kita ini hanya masyarakat kecil yang tidak berdaya.

5. Menekan Pengeluaran yang Tidak Perlu

Terkadang kita tidak menyadari, ada banyak pengeluaran tidak perlu di lingkup keluarga. Misalnya, penggunaan mesin cuci, dispenser, lampu, dan alat-alat listrik lainnya. 

Sekali-kali, mulailah mencuci pakai tangan, kurangi penggunaan listrik sehingga alokasi dana dari pendapatan dapat digunakan untuk keperluan lain yang lebih penting.

6. Jika kamu punya uang lebih, berbagilah

Bagi teman-teman yang dianugerahi rejeki lebih, gunakan momen ini untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan. 

Berbagi kenikmatan membuat hidup jauh lebih nikmat.

--

Saya kira masih banyak hal lain yang dapat kita lakukan sebagai masyarakat kecil. Terpenting, jangan lupa bahagia dan membahagiakan orang lain. Tetap jaga ibadah kepada sang Pencipta dan sang Maha Kaya. Semoga masa-masa sulit ini dapat kita hadapi dan atasi bersama.

No comments:

Post a Comment

Terimakasih atas kepatuhannya melakukan komentar yang sopan, tidak menyinggung S4R4 dan p0rnografi, serta tidak mengandung link aktif, sp4m, iklan n4rk0ba, senj4t4 ap1, promosi produk, dan hal-hal lainnya yang tidak terkait dengan postingan. Jika ada pelanggaran, maaf jika kami melakukan penghapusan sepihak. Terimakasih dan Salam blogger!