Mahasiswa UI Beri Kartu Kuning Untuk Jokowi, Salahkah? - INIRUMAHPINTAR.com

Mahasiswa UI Beri Kartu Kuning Untuk Jokowi, Salahkah?

INIRUMAHPINTAR - Baru-baru ini publik Indonesia kembali dihebohkan dengan aksi pemberian kartu kuning yang dilakukan ketua BEM Universitas Indonesia, Zaadit Taqwa kepada Pak Jokowi, ketika hadir dalam acara Dies Natalis UI yang ke-68.

Di dalam video berdurasi singkat yang tersebar, terlihat Zaadit diamankan oleh 3 anggota Paspampres ke luar ruangan. Tidak berselang lama, aksi tersebut viral di dunia maya.

Menanggapi aksi "pemberian kartu kuning" untuk Presiden tersebut, sejumlah pihak pun angkat bicara. Ada yang menyayangkan, tetapi tidak sedikit juga yang mendukung dan mengapresiasi.

Ditinjau dari sudut pandang pendidikan, terutama dalam penyelenggaraan pembelajaran, salahkah yang dilakukan oleh Zaadit Taqwa?

Mari kita mengupasnya secara tuntas.

Salah satu tahapan penting dalam kegiatan pembelajaran adalah kegiatan refleksi. Dalam tahapan ini, para siswa diberi kesempatan untuk mengungkapkan unek-uneknya tentang pembelajaran yang telah disajikan oleh guru.

Biasanya dalam bentuk tertulis pada secarik kertas, berisi ungkapan perasaan siswa tentang kelebihan, kekurangan, hingga metode yang diterapkan guru dalam mengajar.

Walaupun tidak semua guru berani dan siap melakukan tahapan ini, guru profesional dan berintegritas justru senang dan rutin melakukan kegiatan refleksi ini karena dapat menjadi bahan evaluasi diri.

http://www.inirumahpintar.com/2018/02/ini-arti-dan-maksud-kartu-kuning-untuk-Jokowi-salahkah.html
Dalam hal ini, guru mesti siap menerima hasil refleksi siswa dengan lapang dada dan berpikir positif karena apapun yang diungkapkan siswa adalah bagian dari need analysis (analisis kebutuhan).

Dan dengan cara itu, guru kemudian dapat merumuskan dan menyiapkan strategi pembelajaran yang sejalan dengan keinginan dan kebutuhan para siswa. Hasilnya, siswa senang, guru bahagia, dan proses pendidikan berjalan dengan optimal.

Bagaimana dengan Kasus Kartu Kuning Mahasiswa untuk Presiden?

Melalui analogi di atas, kita dapat memahami bahwa para siswa sesungguhnya memilih hak untuk menyampaikan aspirasi positifnya kepada guru mereka di sekolah.

Sama halnya, seorang anak yang berhak untuk curhat sembari menyampaikan saran dan kritik kepada orang tuanya.

Sama juga dengan hak rakyat untuk menyampaikan ide, saran, atau kritiknya kepada pemerintah.

Pertanyaannya adalah bolehkah mahasiswa memberikan kartu kuning kepada presiden? Apakah itu sama ketika wasit memberikan kartu kuning kepada para pemain bola di lapangan karena melakukan pelanggaran?

Dari segi tata krama dan adab, aksi tersebut boleh saja dianggap kurang sopan.

Pertama, karena aksi tersebut dilakukan pada momentum yang salah. Bukan pada saat tahapan refleksi, layaknya dalam kegiatan pembelajaran.

Kedua, karena aksi tersebut tidak melalui izin terlebih dahulu.

Namun, pertanyaan berikutnya adalah, apakah Pak Jokowi meng-agenda-kan kegiatan refleksi untuk mahasiswa? ataukah cukup dengan mewakilkannya kepada wakil rakyat di DPR?

Faktanya, kegiatan refleksi tidak terbuka untuk mahasiswa layaknya kegiatan refleksi dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.

Jadi, jika ketua BEM UI memilih caranya sendiri yakni mengacungkan Kartu Kuning untuk Jokowi di dalam suatu forum sebagai bentuk refleksi, apakah itu masih dianggap salah?

Ataukah ada cara lain yang lebih bijak?

Jika ber-orasi atau melakukan demonstrasi, maukah Pak Jokowi memperhatikan dan mendengarkannya?

Seorang guru profesional selalu mau dan meluangkan waktu untuk mendengarkan aspirasi siswa-siswanya, karena ia hadir di kelas bukan untuk mendikte pembelajaran semaunya, melainkan ingin tumbuh bersama anak-anaknya tanpa meninggalkan salah seorang pun di pojokan.

Maka dari itu, andai saja Pak Jokowi memberikan kesempatan saudara Zaadit Taqwa untuk menyampaikan aspirasinya sebentar saja, mungkin ceritanya akan berbeda.

Refleksi bukan menghakimi atau juga mengadili, melainkan menyempurnakan yang terlupa dan merekatkan sekat dan jurang pemisah yang ada.

Kartu kuning adalah simbol refleksi atas kesalahan (baik disengaja maupun tidak), menyikapinya positif akan menghadirkan laga yang menarik.

Semoga kita dapat belajar dan memetik hikmah dari kejadian ini. 

0 Response to "Mahasiswa UI Beri Kartu Kuning Untuk Jokowi, Salahkah?"

Post a Comment

Terimakasih atas kepatuhannya melakukan komentar yang sopan, tidak menyinggung S4R4 dan p0rnografi, serta tidak mengandung link aktif, sp4m, iklan n4rk0ba, senj4t4 ap1, promosi produk, dan hal-hal lainnya yang tidak terkait dengan postingan. Jika ada pelanggaran, maaf jika kami melakukan penghapusan sepihak. Terimakasih dan Salam blogger!