Renungan dan Ucapan Selamat Idul Adha 2017 / 1438 Hijriah

INIRUMAHPINTAR - Hari raya Idul Adha 2017  / 1438 Hijriah bertepatan dengan hari Jumat, 1 September 2017 atau 10 Dzulhijjah 1438 Hijriah. Selain hari raya Idul Fitri, orang Islam juga memiliki hari raya kedua yaitu Idul Adha. Secara definisi, Idul Adha adalah hari untuk memperingati pembuktian ketakwaan dan ketaatan Nabi Ibrahim kepada Allah. Saat itu, Nabi Ibrahim terkenal sebagai nabi yang kaya raya, dengan ratusan ribu ternak. Namun, kekayaan tidak membuatnya lalai dan meninggalkan syariat dari Allah. Malaikat pun meragukan dan bertanya kepada Allah, apakah benar Ibrahim itu taat terhadap Allah, sementara secara kasat mata ia sibuk dengan ternak-ternaknya. Apalagi, Ibrahim pernah berkata bahwa jangankan menyembelih ternak-ternaknya, andai Allah memintanya untuk menyembelih anaknya, maka ia pun akan mengikuti dengan penuh keikhlasan.

Akhirnya, ujian itu benar-benar datang. Anak yang ia idam-idamkan bertahun-tahun, setelah besar justru diminta sebagai sembelihan oleh Allah. Singkat cerita, Nabi Ibrahim pun siap menyembelih anaknya, Ismail untuk membuktikan ketaatannya tersebut. Walau digoda oleh Setan laknatullah, Ibrahim berhasil melewati ujian dengan baik. Ismail pun diganti dengan sembelihan lain serupa domba. Itulah yang menjadi sejarah awal disunnahkannya berkurban hewan ternak (Sapi, Kambing, Unta) setelah mendirikan shalat Idul Adha sebanyak 2 rakaat. 

Bagi sobat yang ikut merayakannya besok, saya pribadi mengucapkan selamat hari raya Idul Adha 1438 Hijriah, semoga Allah semakin menambah ketaatan kita kepada-Nya. Semakin menumbuhkan rasa iman dalam dada, agar ktia senantiasa memperbanyak amal ibadah untuk bekal akhirat kelak. 


Selengkapnya, mari kita selami renungan dan kata-kata ucapan selamat Idul Adha 2017 / 1438 Hijriah di bawah ini!

#1 Tiada ucapan yang paling berharga, melainkan ucapan syukur kehadirat Allah SWT sehingga kita masih dilimpahkan ketaatan, keimanan, kesehatan, dan kesempatan untuk menghirup udara segar, menikmati rejeki yang tidak pernah terputus di hari Idul Kurban dan hari-hari lainnya, meski kita masih sering lalai meninggalkan perintah-nya di lima waktu. 

#2 Rasa syukur pun tidak semestinya hanya karena kita masih diberi kesempatan untuk menghadiri hari raya Idul Adha tahun ini, tetapi juga rasa syukur perlu kita haturkan karena masih adanya kesempatan untuk memperbaiki diri, bertobat atas segala dosa, membersihkan segala kotoran yang memenuhi jiwa dan raga, yang hampir setiap hari masih bersemayam dalam setiap tingkah. 

#3 Ucapan syukur pun tidak luput kita panjatkan kehadirat Ilahi Rabbi berkat hujan rahmat dan cahaya maaf yang tiada hentinya dianugerahkan kepada kita umat manusia. Padahal, hampir setiap saat, kita masih tergoda dengan kemolekan dunia dan seisinya, kita masih terhanyut dalam perbuatan ingkar dan hina, kita masih tergadai dengan kesenangan duniawi yang fatarmogana, kita meninggalkan perintah Allah dengan mudah, hingga hati kita benar-benar gelap dipenuhi karat-karat hitam.

#4 Di hari Idul Adha, Ucapan dzikir sebaik-baiknya tidak boleh luput membasahi bibir, karena itu adalah benteng melawan kikir, fakir, dan mangkir dari perintah Allah sehingga kita mampu lebih jernih dalam berpikir, mengukir pahala-pahala terbaik sebelum datangnya hari akhir.

#5 Setiap langkah seindah-indahnya tidak boleh jauh dari tujuan kebaikan, penuh faedah dan bernilai pahala. Jangan sampai jejak-jejak justru banyak terpahat di tempat-tempat hina, penuh maksiat, dan bernilai dosa. Mari kita jadikan momentum hari raya Idul Adha ini sebagai pijakan baru untuk bertobat dan menjadi pribadi yang lebih baik, lalu kita selimuti dengan istiqamah sepanjang hayat. 

#6 Dunia boleh berhenti berputar, matahari boleh berhenti beredar, bunga-bunga boleh berhenti mekar, para elit hartawan boleh gulung tikar, tanaman-tanaman boleh kehilangan akar, bintang-bintang boleh kehilangan pijar, dan putra-putri boleh tertukar. Namun, hatiku tidak pernah kehilangan sabar, menyambutmu dengan wajah berbinar, tidak pernah terputus bak tali senar, selalu mengingatmu meski gelap menutupi sinar, maka ijinkan aku membisikkan ucapan manis di awal fajar, selamat Idul Adha 1438 Hijriah, semoga kita semakin kekar, menghalau ingkar, memeluk ikhtiar, senantiasa teguh penuh ketaatan di jalan yang benar. 

#7 Hati boleh ternoda keangkuhan, wajah boleh diwarnai kesombongan, sikap boleh dipenuhi kemungkaran, raga boleh dinodai kerakusan, dan lidah boleh dikotori kemunafikan. Namun, semuanya disambut dengan terkabulnya permohonan maaf dan tobat. Asalkan kita ingin berubah dan mulai dari awal. Semoga di hari Idul Adha ini, kita mampu membuka gerbang cinta dan taat, kembali ke jalan syariat agar lahir batin terasa nikmat.

Semoga Renungan dan Ucapan Selamat Idul Adha 2017 / 1438 Hijriah ini bermanfaat! Ayo bermuhasabah diri, menabung amal sebelum kiamat! Salam Ukhuwah para saudara-saudaraku baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

0 Response to "Renungan dan Ucapan Selamat Idul Adha 2017 / 1438 Hijriah"

Post a Comment

Terimakasih atas kepatuhannya melakukan komentar yang sopan, tidak menyinggung S4R4 dan p0rnografi, serta tidak mengandung link aktif, sp4m, iklan n4rk0ba, senj4t4 ap1, promosi produk, dan hal-hal lainnya yang tidak terkait dengan postingan. Jika ada pelanggaran, maaf jika kami melakukan penghapusan sepihak. Terimakasih dan Salam blogger!