Dampak Positif dan Negatif Pembangunan industri

INIRUMAHPINTAR - Pembahasan kali ini seputar Dampak Positif dan Negatif Pembangunan industri serta Contoh Barang Industri baik yang berasal dari Indonesia maupun dari Negara lain. Tentu saja, materi ini sangat penting bagi adik-adik pelajar yang ingin tahu lebih banyak tentang dunia industri. Siapa tahu kelak ada di antara kalian yang terjun dan sukses di bidang industri. Ayo, kita jelajahi penjelasannya berikut ini!


Dampak Positif dan Negatif Pembangunan Industri

Dengan adanya industrialisasi, seluruh aktivitas ekonomi menjadi lebih leluasa karena tidak lagi sepenuhnya bergantung pada lingkungan alam. Dengan pengetahuan dan teknologi, manusia mampu mengembangkan segala potensi dengan terus berusaha agar ketergantungan kepada alam dapat dibatasi.

Keuntungan-keuntungan atau dampak positif dari industrialisasi adalah:
  1. Memperluas kesempatan kerja lebih luas;
  2. Menambah penghasilan penduduk dan meningkatkan pendapatan nasional;
  3. Mengurangi ketergantungan pada luar negeri;
  4. Memberi hasil tambahan bagi para petani, misalnya industri perkebunan;
  5. Merangsang masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.
Perkembangan industri di Indonesia dihadapkan pada beberapa tantangan antara lain:
  1. Daya beli masyarakat masih rendah;
  2. Modal terbatas;
  3. Budaya industri belum tumbuh pada sebagian besar masyarakat;
  4. Kurangnya tenaga terampil;
  5. Belum memadainya sarana dan prasarana;
  6. Lemahnya manajemen.
Beberapa dampak negatif dari industri atau pengaruh pembangunan industri terhadap lingkungan adalah:
  1. Asap pabrik menyebabkan pencemaran udara;
  2. Limbah industri menyebabkan pencemaran tanah, air, udara, dan tanah;
  3. Pemakaian pestisida yang berlebihan menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem;
  4. Akibat pencemaran air, udara, dan tanah, banyak binatang yang mati, timbul bau yang tidak sedap, manusia terkena penyakit, dan hilangnya keindahan.

Barang Hasil Industri Indonesia dan Hasil Buatan Negara Lain

Tiap-tiap negara mempunyai hasil industri yang Khas. Barang hasil industri Indonesia tidak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia saja, tetapi juga diekspor ke berbagai mancanegara. Indonesia juga melakukan impor barang hasil industri negara lain. yaitu:


a. Barang Hasil Industri Indonesia

Barang hasil industri Indonesia digolongkan menjadi empat jenis, arang industri rumah tangga/ industri kecil, barang-barang industri ringan, barang-barang industri sedang, dan barang-barang industri besar.


1) Barang Industri Rumah Tangga/ Industri Kecil


Hasil industri rumah tangga di Indonesia adalah sebagai berikut.

a) Kerajinan Batik Tulis

Industri kerajinan batik tulis terdapat di Yogyakarta, Surakarta, Pekalongan, Garut, dan Tasikmalaya. Tenaga kerjanya sebagian besar wanita. Batik tulis harganya cukup mahal sebab mempunyai nilai seni yang cukup tinggi. Perusahaan-perusahaan batik bergabung dalam Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI).

b) Kerajianan Tenun

Daerah-daerah kerajinan tenun yang dilakukan dirumah terdpat di Sulawesi, Nusa Tenggara, Minangkabau (Silungkang), dan daerah Batak. Suatu kelemahan bagi industri tenun ialah kita masih harus mengimpor benang tenun dari Cina, Jepang, Amerika Serikat, dan Meksiko. Untuk mengatasi hal itu telah diadakan percobaan penanaman kapas dari Amerika Serikat dan Mesir di daerah Asam Bagus dan Lembah palu.

c) Kerajinan Ukir-ukiran Kayu

Industri kerajinan ukir-ukiran kayu terdapat hampir di seluruh Indonesia dan hasilnya beracam-macam, antara lain:
  • Ukir-ukiran patung dan hiasan di Bali dan Toraja yang banyak dijual di toko-toko souvenir di daerah-daerah wisata;
  • Ukir-ukiran wayang golek dari Jawa Barat;
  • Ukir-ukiran bangunan rumah dan tempat-tempat ibadah di Aceh, Batak, Minangkabau, dan Toraja;
  • Ukir-ukiran perabot rumah tangga di Jepara yang sangat terkenal dan telah banyak yang di ekspor.
d) Kerajinan Anyaman

Industri kerajinan anyam-anyaman terdapat di seluruh Indonesia dan bahannya bernacam-macam.
  • Kerajinan anyaman sabut kelap terdapat di daerah pantai seluruh Indonesia. Hasilnya berupa sapu dan keset.
  • Kerajinan anyaman pandan dan mendong terdapat di Aceh dan Sumatra Barat. Topi dan tikar mendong yang terkenal dari Tasikmalaya. Tas pandan dari Bali sangat terkenal. Hasil industri anyaman banyak yang diekspor, tetapi sekarang mendapat saingan dari tikar-tikar plastik buatan pabrik.
  • Kerajinan anyaman bambu terdapat di seluruh Jawa. Hasilnya berupa hiasan dinding, topi, bakul, dan alat-alat dapur. Topi bambu yang terkenal berasal dari Tangerang.
  • Kerajinan anyaman rotan terdapat di Jawa, Sumatra, dan Kalimantan. Hasilnya berupa tikar, perabotan rumah tangga, bakul, dan hiasan gantung.
  • Kerajinan anyaman bulu terdapt di beberapa daerah Indonesia. Hasilnya antara lain berupa sulak dari bulu ayam

e) Kerajinan Payung

Industri kerajinan payung terdapat di Tasikmalaya, Anbarawa, Klaten (Juwiring), dan Sidorejo. Bahannya dari kertas dan bambu. Industri kerajinan payung sekarang agak mundur karena mendapat saingan dari payung kain dab nilon buatan pabrik.

f) Kerajinan Logam

Bahan kerajinan logam ialah besi, emas, perak, tembaga, dan perunggu.
  • Kerajinan perunggu terdapat di berbagai daerah Indonesia. Hasilnya berupa patung perunggu dan alat-alat pengecap batik.
  • Kerajinan tembaga terdapat di berbagai daerah di Indonesia. Hasilnya berupa alat-alat rumah tangga.
  • Kerajinan besi terdapat di seluruh Indonesia, terutama di Banten, Tangerang, Bogor, Sukabumi, Bandung, Klaten, dan Sidoarjo. Hasilnya berupa alat-alat pertanian dan pertukangan, misalnya cangkul, mata bajak, palu, tatah, dan pasah.
  • Kerajinan emas dan perak terdapat di Yogyakarta (Kotagede), Bogor, Negara (Kalimantan Selatan), Bukittinggi, dan Kendari. Hasilnya berupa perhiasan dari emas dan alat-alat rumah tangga dari perak.
  • Kerajinan kuningan terdapat di Bogor, Semarang, Juwana, Yogyakarta, dan Tulungagung. Hasilnya berupa gamelang, alat-alat rumah tangga, dan gembok.

g) Kerajinan Tanah Liat

Bahan kerajinan tanah liat terbuat dari lempung (tanah liat). Industri ini terdapat di Plered, Banyumas, Kasongan (Yogyakarta), Malang, Singkawang, dan Banjarmasin. Hasilnya berupa batu bara, genting, pot bunga, hiasan dari tanah, dan periuk belanga.

h) Kerajinan Tulang dan Tanduk

Kerajinan tulang dan tanduk terdapat di Sukabumi dan Bali. Hasilnya berupa sisir, pipa rokok, tusuk sanggul, dan hulu senjata tajam.

i) Kerajinan Kulit

Industri kerajinan kulit misalnya terdapat di Yogyakarta, Surakarta, Bogor, Mageta, Pamekasan, dan Bandung. Hasil berupa wayang, tas pakaian kuda, kulit sol, dan hiasan.


2) Barang-Barang Industri Ringan

Industri ringan meliputi industri makanan dan minuman, bahan pakaian dan alat rumah tangga.

a) Industri Bahan Makanan dan Minuman

Industri bahan makanan dan minuman, antara lain sebagai berikut.
  • Industri buah dan sirup terdapat di beberapa kota di Indonesia.
  • Industri dodol di Garut.
  • Industri jenang di Kudus.

b) Industri Bahan Pakaian

Industri bahan pakaian, antara lain sebagai berikut;
  • Industri batik cap terdapat di Yogyakarta, Surakarta, Pekalongan, Cirebon, Tasikmalaya, dan Banyumas.
  • Industri sepatu terdapat di beberapa kota di Indonesia, misalnya Bandung, Jakarta, dan Surabaya. Industri ini menggunakan kulit asli dan kulit tirum sebagai bahan dasar. Beberapa industri sepatu telah berkembang menjadi industri sedang bahkan ada yang menjadi industri besar.
  • Industri Alat-Alat Rumah Tangga
  • Industri alat-alat rumah tangga antara lain industri mebel.


3) Barang Industri Sedang


Hasil industri sedang di Indonesia adalah sebagai berikut.

a) Industri Penggergajian Kayu

Industripenggereajian kayu saat ini semakin berkembang. Industri itu terdapat di kota-kota di Indonesia, antara lain Samarinda, Balikpapan, Pontianak, Cepu, dan Nabire (Irian Jaya).

b) Industri Pakaian Jadi (Industri Konveksi)

Industri ini berpusat di kota besar, antara lain Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan. Hasil poduksinya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan diekspor. Beberapa diantaranya ada yang telah berkembang menjadi industri besar.

c) Industri Percetakan

Industri percetakan terdapat di beberapa kota di Indonesia, terutama di kota-kota besar. Industri percetakan menghasilkan buku-buku pelajaran, buku pengetahuan, majalah, surat kabar, peta, kalender, bermacam-macam kartu, dan lain-lain.

4) Barang-Barang Industri Berat

Di Indonesia terdapat bermacam-macam industri berat, antara lain sebagai berikut:

a) Industri Dasar

Industri dasar ialah industri yang menghasilakan alat-alat produksi ( mesin-mesin dan alat-alat yang lain ), bahan baku, dan bahan penolong.

(1) Industri mesin

Industri mesin sangat penting sebab dapat mempercepat pertumbuhan industri lainnya, misalnya industri mesin diesel. Mesin diesel digunakan untuk menggerakkan mesin penggiling padi, pompa air, dan perahu-perahu kecil. Pabrik mesin diesel pertama berdiri pada tahun 1977 di Surabaya.

(2) Induatri Besi Baja

Industri besi baja sangat penting dalam pembangunan karena hasilnya dimanfaatkan untuk membangun bermacam macam proyek. Industri besi baja yang terkenal ialah pabrik besi baja Krakatau Steel di Cilegon. Hasilnya berupa besi beton, besi lempengan, dan pelat besi. Pabrik pelabuhan besi yang besar dan modern sedan dibangun di Kalimantan.

(3) Industri Pemintalan (Pabrik Pemintalan = Patal )

Industri ini menggunakan bahan dasar kapas dan menhasilkan benang tenun. Industri pemintalan terdapat di bandung, Semarang, Secang (Magelang), Cilacap, Tegal, Surabaya, Pasuruan, dan Tohpati (Bali).

(4) Industri Rayon

Industri rayon menggunakan bahan dasar selulosa kayu. Hasilnya berupa rayon yang akan di olah menjadi tekstil. Industri rayon terdapat di Palemban dan Bandung.

(5) Industri Pulp (Bubur Kayu)

Industri pulp menggunakan bahan dasar kayu lemak yang menghasilkan pulp. Pulp diolah lebih lanjud menjadi kertas. Industri pulp terdapat di Prapat, Kali Setail (Banyuwangi), dan Jakata.

(6) Industri Kimia Dasar

Industri kmia dasar antara lain industri soda di Waru (Surabaya), industri urea di Palembang, industri amoniak di Cepu, industri superfosfat di Cilacap.

b) Industri Kertas

Industri kertas terdapat di Padalarang ( Jawa Barat), Leces dan Basuki Rahmat (Jawa Timur), Blabak (Jawa Tengah), dan Takengon (Aceh).

c) Industri Tekstil

Industri tekstil terdapat di Jakarta, Bandung, Semarang, Salatiga, dan Ujungpandang.

d) Industri Perakitan Kendaraan Bermotor

Industri perakitan kendaraan bermotor pada mulanya timbul karena pemerintah melarang impor kendaraan dalam bentuk jadi. Suku cadangnya sebagian besar diimpor dari Jepang. Sebagian lagi di impor dari Eropa Barat, Amerika Serikat, Australia dan dibuat di dalam negeri. Industri perakitan kendaraan bermotor terdapat i Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, dan Semarang. 

e) Industri Ban

Industri ban terdapat di Bogor, Jakarta, Surabaya, Tegal, dan Palembang.

f) Industri Kimia

Beberapa contoh industri kimia antara lain industri pupuk, industri semen, industri petrokimia.

(1) Industri Pupuk

Industri pupuk urea terdapat di palembang (PT Pusri) dan Karawang (pabrik pupuk kujang). Di Cilacap terdapat industri pupuk fosfat.

(2) Industri Semen

Bahan dasar industri semen ialah batu gamping, tanah liat, dan bahan-bahan kimia yang lain. Pabrik semen terdapat di Indarung (Padang), Cibinong, Gresik, Tonasa, dan Cilacap.

(3) Industri Petrokimia
Industri petrokimia terdapat di Palembang, Gresik, dan Cilacap. Industri ini menggunakan bahan dasar minyak bumi. Hasilnya, antara lain karet sintetis, plastik, dan cat.

g) Industri Pesawat Terbang

Industri pesawat terbang terdapat di Bandung, yaitu PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN).

h) Industri Rokok

Industri rokok kretek terdapat di Kudus, Malang, Semarang, Surakarta, dan Surabaya. Industri rokok sigaret milik BAT terdapat di Semarang, Surabay, dan Cirebon. Industri rokok sigaret milik Faroka terdapat di Malang dan Surakarta.

i) Industri Peralatan

Di Indonesia terdapat bermacam-macam industri peralatan, antara lain industri alat-alat elektronik, suku cadang kendaraan bermotor, dan alat-alat penyemprot hama. Industri semacam itu terdapat di kota-kota besar.

j) Industri Perkapalan

Industri perkapalan terdapat di Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Ujungpandang. PT PAL di Surabaya adalah industri kapal laut yang utama di Indonesia yang telah mampu menghasilkan kapal-kapal laut dengan daya angkut yang besar.

Disamping industri di atas, masih banyak industri yang lain. Misalnya, industri harboard di Banyuwangi, industri kaca, kramik, pakaian jadi, bahan bangunan, bahan makanan dan minuman yang terdapat di kota-kota besar.

Secara umum jumlah produksi dan jenis industri dalam kelompok aneka industri sejak tahun 1988 sampai dengan tahun 1993 menunjukkan peningkatan yang pesat. Produksi aneka industri yang meningkat meliputi industri pangan, industri tekstil, dan industri kimia.


b. Barang Hasil Industri Negara Lain

Setelah terjadi Revolusi Industri di Eropa, muncul negara-negara industri yang lain seperti Cina, Jepang, India, Australia, Taiwan, Singapura, Korea, dan yang lainnya, termasuk Indonesia.
Dalam dunia industri, barang-barang buatan Eropa terkenal kuat, tapi mahal harganya. Sebaliknya, barang-barang industri buatan Asia khususnya Jepang, Korea, dan Taiwan di kenal lebih beragam jenisnya dan harganya lebih murah. Perkembangan industri di negara-negara anggota ASEAN, Jepang, dan korea digambarkan berikut ini.

1) Singapura

Singapura merupakan negara industri yang terbesar di Asia Tenggara. Hampir segala macam industri terdapat di Singapura. Kawasan industri terbesar terdapat di Jurong dan sekitarnya. Di kawasan itu terdapat industri ringan dan berat.

Industri ringan meliputi industri alat-alat elektronika, kimia, tekstil, pakaian jadi, makanan dalam kaleng, minuman, penggeregajian kayu, kayu lapis, percetakan, dan penerbitan.
Industri berat meliputi pabrik besi baja yang bernama National Steel, pembuatan dan perbaikan kapal, suku cadang pesawat terbang, peralatan pengeboran minyak bumi, mesin diesel, dan semen. Di Pulau Bukum terdapat industri penyulingan minyak bumi. Industri tersebut mengolah minyak bumi mentah yang diimpor dari negara-negara tetangga.

2) Malaysia

Perindustrian Malaysia mengalami kemajuan pesat selama 10 tahun terakhir dan merupakan salah satu negara industri besar di Asia. Adapun industri- industri penting di Malaysia adalah industri perakitan mobil, ban, alat-alat elektronik, plastik, dan makanan kaleng. Industri- industri tersebut dipusatkan di kawasan industri Petaling Jaya di negara bagian Selangor dan di Johar.

3) Filipina

Industri berat di Filipina belum semaju di Malaysia. Industri yang terkenal ialah gula. Industri- industri lainnya berupa pengalengan nanas, pengalengan ikan, tali rami dan cerutu. Kawasan industri yang terkenal terdapat di Bataan.

4) Thailand
Perkembangan industri Thailand maju pesat. Sebagian besar industri di Thailand merupakan industri kecil, industri rumah tangga dan industri yang besar meliputi penggilingan beras, pengolahan timah, abu soda, tekstil, gula, semen, dan barang elektronika.

5) Brunei Darussalam

Industri di Brunei Darussalam sebagian besar berupa industri kecil dan industri rumah tangga.

6) Jepang

Jepang merupakan negara industri nomor dua di dunia, setelah Amerika Serikat.

Perindustrian Jepang maju pesat disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:
  • Dikerjakan dengan ilmu dan teknologi modern, dengan modal besar;
  • Kaya akan batu bara putih (sumber tenaga air);
  • Pelabuhan-pelabuhan alamnya baik untuk ekspor;
  • Tenaga ahli yang ada cukup banyak;
  • Industri- industri di Jepang berlangsung setiap hari 24 jam (tenaga kerja bergantian);
  • Orang Jepang mempunyai semangat kerja tinggi;
  • Pemerintah ikut berusaha memajukan industri, antara lain dengan mengadakan proteksi dan politik dumping (menjual harga barang ke luar negeri lebih murah dibanding harga dalam negeri);
  • Perindustrian di negara-negara tetangganya di Asia belum maju.
  • Perusahaan-perusahaan industri Jepang yang terkenal, antara lain Toyota, Honda, Mitsubisi, Mitsu, Mazda, Suzuki, Yamaha, dan Kawasaki.

Kawasan-kawasan industri yang penting adalah sebagai berikut.

a) Chukyo terletak di dataran Nobi. Sekitar Teluk Ise. Dua kota industri terkenal di kawasan itu adalah
  1. Nagoya, kota industri pesawat terbang dan lokomotif;
  2. Hamamatsu, kota industri alat-alat musik.
Kecuali itu, di kawasan Chukyo juga terdapat industri tekstil, kendaraan bermotor, pupuk, besi baja, jam, dan kramik.

b) Keihin terletak di dataran Kwanto, sekitar Teluk Tokyo. Industrinya berupa besi baja, mobil, galangan kapal, elektronika, tekstil, kimia, kamera, penyulingan minyak, kertas, dan percetakan.
Kota-kota industri di Keihin, antara lain Yokohama, Tokyo, dan Kawasaki.

c) Hanshin, terletak di antara Kinki, sekitar Teluk Osaka. Di kawasan ini terdapat kota-kota industri , seperti:
  1. Osaka, kota industri tekstil terbesar di Jepang;
  2. Kyoto, tempat industri kerajinan, mainan anak-anak, lak, pernis, dan sutera;
  3. Kobe, tempat industri mobil, galangan kapal, besi baja, mesin-mesin, penyulingan minyak, kimia, dan alat-alat listrik.
  4. Kitakyusu terletak di Pulau Kyusu bagian utara. Di kawasan ini terdapat dua kota industri terkenal, yaitu:(a) Yawata, kota industri besi baja terbesar;m(b) Nagasaki, kota industri perkapalan.

7) Korea Selatan

Industri Korea Selatan maju sangat pesat terhitung selama 20 tahun terakhir. Dewasa ini Korea Selatan menjadi saingan utama Jepang dan merupakan salah satu “Macan Asia” bersama-sama dengan Singapura, Hongkong dan Taiwan.


c. Hasil Industri Indonesia Yang Diekspor

Hasil-hasil industri Indonesia yang diekspor adalah sebagai berikut.
  1. Tekstil dan pakaian jadi diekspor ke Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, negara-negara Eropa, negara-negara Timur Tengah.
  2. Semen banyak diekspor ke Thailand, Singapura, Filipina, Malaysia, dan negara-negara Timur Tengah, dan Eropa.
  3. Pupuk diekspor ke Thailand, Malaysia, Jepang, Singapura, dan Amerika Serikat.
  4. Kayu jati jadi diekspor ke Jepang, Hongkong, dan negara-negara Eropa Barat. Kayu lapis sebagian besar diekspor ke Hongkong, kayu-kayu lain yang sudah digergaji (merata, kayu besi, kayu hitam, kamfer, dan lain-lain) diekspor ke Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Singapura.
  5. Hasil industri besi baja diekspor ke Korea, Taiwan, Singapura, Jepang, negara-negara Timur tengah, dan Amerika Serikat.

Nah, demikianlah pembahasan lengkap tentang Dampak Positif dan Negatif Pembangunan Industri serta informasi-informasi lain tentang contoh barang-barang industri yang dikembangkan di Indonesia dan negara-negara lain. Selamat belajar!

0 Response to "Dampak Positif dan Negatif Pembangunan industri "

Post a Comment

Terimakasih atas kepatuhannya melakukan komentar yang sopan, tidak menyinggung S4R4 dan p0rnografi, serta tidak mengandung link aktif, sp4m, iklan n4rk0ba, senj4t4 ap1, promosi produk, dan hal-hal lainnya yang tidak terkait dengan postingan. Jika ada pelanggaran, maaf jika kami melakukan penghapusan sepihak. Terimakasih dan Salam blogger!