4 Karakter dalam Konsep Dasar Kewirausahaan

INIRUMAHPINTAR - Kita tampaknya tidak begitu akrab dengan kata wirausaha. Berbeda halnya jika kita menjumpai kata wiraswasta. Padahal, sebenarnya kedua kata tersebut memiliki makna yang sama. Dari sudut etimologi kata, wira bermakna teladan atau layak dicontoh, sedangkan usaha bermakna kemauan keras. Kata swasta sendiri bermakna berdiri di atas kaki sendiri. Dengan begitu, wirausaha atau wiraswasta adalah:
  • suatu bentuk usaha untuk mewujudkan suatu impian dengan modal kesanggupan dan kreativitas pribadi;
  • suatu bentuk usaha berdiri di atas kaki sendiri, tidak bergantung pada orang lain;
  • suatu bentuk usaha untuk mencapai sukses dengan menggunakan segala kemampuan dan kepercayaan pada diri sendiri.  
https://inirumahpintar.blogspot.com/2017/03/4-karakter-dalam-konsep-dasar-kewirausahaan.html

Konsep Dasar Kewirausahaan menurut Ahli

Konsep dasar kewirausahaan menurut Raymond Kao adalah suatu proses penciptaan sesuatu yang baru (kreasi) dan membuat sesuatu yang berbeda dari yang sudah ada (inovasi), yang tujuannya adalah tercapainya kesejahteraan individu dan nilai tambah bagi masyarakat. 

Sementara itu, John Kao berpendapat bahwa konsep dasar kewirausahaan adalah suatu usaha untuk menciptakan nilai melalui suatu peluang bisnis dengan mengambil risiko yang tepat dan melalui keterampilan komunikasi dan manajemen untuk memobilisasi sumber daya manusia, modal, dan barang guna mencapai suatu keberhasilan.

Konsep kewirausahaan atau entrepreneurship merujuk kepada suatu sifat keberanian, keutamaan dan tekad mengambil risiko dalam kegiatan inovasi (Samuelson dan nordhaus, (1990: 518). Dari kata entrepreneur tersebut maka muncullah tafsiran yang beragam, seperti: merchant (pedagang), pemilik usaha, sampai petualang.

Para wirausaha adalah penggerak atau motor ekonomi, karena fungsi inovasi yang mereka jalankan menduduki tempat sentral. Terdapat lima tipe inovasi yang menonjol: (1) pengenalan barang baru atau barang lama dengan mutu lebih baik; (2) penemuan metode produksi yang baru; (3) pembukaan pasar yang baru. khususnya untuk ekspor; (4) perolehan sumber pasokan bahan baku yang baru: (5) penciptaan organisasi industri yang baru, misalya pembentukan jaringan usaha terpadu yang bisa beroperasi monopoli (Casson, 2000: 297).

Lalu Siapakah Wirausahawan atau Wiraswastawan itu?

  1. Dia adalah orang yang mencari peluang, bukan yang menuntut keamanan yang mapan. Dia menceburkan diri dalam risiko dan berangan-angan serta berupaya mewujudkannya.
  2. Dia lebih melihat tantangan daripada jaminan. Dia tidak tunduk atau takluk pada bos.
  3. Dia tidak tunduk pada ancaman.
  4. Kebanggaannya adalah berdiri tegak mandiri, berpikir, dan bertindak untuk dirinya.
  5. Dia menikmati keberhasilan dan daya ciptanya.
  6. Dia menghadapi dunia dengan keyakinan "inilah yang telah kulakukan".

Siapa yang dapat berkarier menjadi wirausahawan?

Pada dasarnya setiap orang dapat berkarier sebagai wirausahawan, demikian pendapat Peter F. Drucker. Tidak seperti seseorang yang bercita-cita menjadi karyawan yang harus melamar pekerjaan pada berbagai perusahaan, seorang wirausahawan dapat memulai bisnisnya kapan saja dia inginkan. Dia dapat menjual produk atau jasa apa saja yang dia miliki. Dia dapat memiliki berbagai jenis usaha, tergantung pada kemampuannya untuk mengelola. Jadi, bila seseorang mau menekuni kariernya sebagai wirausahawan, dia akan memiliki prospek yang sangat bagus dan luas.

Dari sebuah survei yang dapat dipercaya terungkap bahwa sekitar 44% wirausahawan yang telah menekuni bisnisnya selama lebih dan 6 tahun telah memiliki beberapa jenis usaha yang tidak saling berhubungan, 35% wirausahawan memiliki satu jenis usaha, dan 21% lagi memiliki beberapa jenis usaha yang masih berhubungan.

Lalu bagaimana agar seseorang dapat berkarier menjadi wirausahawan yang sukses? Pengalaman menunjukkan bahwa ada empat karakter yang seharusnya dimiliki oleh seorang wirausahawan, yaitu sebagai berikut:

1. Keinginan dan Keberanian

Dia harus menggunakan keinginannya untuk membuat sesuatu yang besar dan yang kecil terlebih dahulu. Lalu dibarengi dengan keinginan dan keberanian untuk membuat sesuatu yang baru dan berani melakukan keinginannya sesuai dengan cara yang dilakukannya.

2. Intuisi

Untuk menjadi seorang wirausahawan tidak diperlukan tes IQ maupun wawancara. Kesempatan untuk menjadi wirausahawan adalah sama bagi setiap orang. Mereka yang tidak pintar secara akademis pun tidak memiliki halangan untuk menjadi wirausahawan sukses. Setiap wirausahawan yang sukses adalah mereka yang telah belajar mengembangkan intuisinya. Intuisi dapat dikembangkan dengan cara berikut:
  • memeriksa proses dan sarana tempat munculnya sebuah ilham,
  • membagi pengalaman dengan orang lain,
  • membentuk suatu kelompok teman yang dapat bertemu secara teratur untuk membagi pengalaman intuisi,
  • membaca pengalaman orang lain.

Menurut John Assaraf, intuisi adalah perasaan Anda tentang seseorang bahkan ketika mereka tidak mengucapkan apapun. Intuisi adalah perasaan yang Anda dapatkan ketika ada bahaya. Intuisi juga perasaan yang Anda daparkan ketika Anda harus bertindak dengan cepat dan memanfaatkan sebuah situasi baik di dalam bisnis maupun dalam kehidupan pribadi.

Suatu perasaan tidaklah lebih dari kesadaran akan getaran. Perasaan adalah getaran atom-atom dan sel-sel tubuh Anda. Anda harus belajar mempercayai perasaan Anda dan menjadi orang yang mempercayai intuisi Anda sendiri dan mengenali saat-saat ketika intuisi berusaha menyadarkan Anda akan sesuatu.

3. Kemampuan untuk Terus Hidup

Seorang wirausahawan adalah seorang risk taker atau orang yang berani mengambil risiko. Keberhasilan dan kegagalan adalah irama hidupnya. Semua wirausahawan sukses pasti bertahan melewati kariernya yang naik turun. Kadang berhasil kadang gagal. Kegagalan adalah guru terbaik untuk bangun kembali dan bertahan untuk dapat hidup.

4. Selalu Optimis

Wirausahawan sukses adalah seorang pencipta sekaligus pelaku bisnis yang baik karena tidak pernah merasa pesimis atau ragu-ragu dengan usaha yang digelutinya. Optimisme atau semangat untuk selalu berhasil harus selalu tertanam di hatinya agar usaha yang diajaninya tetap sesuai dengan keinginannya.

Winston Churchill berkata bahwa optimis adalah selalu melihat kesempatan dalam masalah, sedangkan pesimis adalah selalu melihat masalah dalam setiap kesempatan. Pernah ketemu dengan orang yang pesimis? atau kamu pernah merasa pesimis. Orang yang memiliki sifat pesimis itu selalu melihat sisi negatif dari segala sesuatu. Bahkan ketika dalam kondisi yang baik sekalipun, mereka selalu bisa menemukan hal-hal yang jelek di dalam hidup mereka. Orang yang memiliki sikap hidup pesimis pun mudah menemukan kesalahan orang lain, sehingga berpotensi melakukan celaan atas kekurangan orang lain tersebut. Dalam sikap hidup yang pesimis, mudah sekali berkata “tidak bisa" karena selalu berfokus pada kesulitan dan masalah.

Tetapi orang yang optimis sikapnya sangat bertolak belakang, ia selalu melihat sisi baik setiap orang. Dalam keadaan sulit sekalipun, ia selalu bisa melihat peluang dan kesempatan. Optimisme memungkinkan setiap orang melihat warna kehidupannya dengan lebih indah, sehingga membuat suasana hatinya diterangi cahaya dan kekuatan baru.

Dengan optimisme, penderitaan batin seseorang bisa lenyap dan harapannya dapat tumbuh bersemi kembali. Tidak ada faktor yang mampu mengurangi besarnya beban permasalahan dalam kehidupan ini sebagaimana daya yang terkandung dalam gairah optimisme tersebut. Rona kebahagiaan akan tampak lebih nyata di wajah orang yang optimis: bukan saja ketika ia menikmati kepuasan hidup,melainkan juga sepanjang hidupnya, baik dalam situasi positif maupun ketika situasi terasa negatif.

Seorang cendekiawan mcengatakan, “Dunia beraksi terhadap manusia tepat sebagaimana manusia memperlakukan dunia. Jadi, apabila Anda tertawa kepada dunia, dunia akan tertawa bersama Anda. Apabila Anda melihat dunia dengan suram, dunia akan tampak suram.”

Nah, karakter inilah yang wajib dimiliki seorang wirausahawan. Genggamlah sikap optimis sebagai karakter kepribadian agar hidup semakin indah.

Lalu, apa yang harus kita pilih dalam menjalani kehidupan? 

Nah, mau tak mau kita sekarang dihadapkan pada pilihan antara mau menjadi karyawan atau wirausahawan. Jelas, mni bukan pilihan yang mudah. Beberapa hal berikut ini mungkin dapat berguna bagi kita untuk menentukan pilihan itu. Jika kita memilih untuk mencari kerja, kita mesti menentukan lebih dulu kerja seperti apa yang kita inginkan, syarat apa saja yang harus kita penuhi, apa saja yang harus kita persiapkan, dan bagaimana cara meraihnya.

Sementara itu, kalau kita memilih jadi wirausahawan, kita mesti menentukan usaha seperti apa yang kita idamkan, tahu apa saja syaratnya, apa saja yang harus dipersiapkan, bagaimana cara memulai dan mengelolanya.

Pertimbangan-pertimbangan tersebut sebaiknya kita pikirkan sebelum selesai kuliah. Bertanya ke tetua yang banyak makan asam garam pun sebaiknya dilakukan. Dan tentu saja, lingkungan pun sangat berpengaruh. Maka dari itu, banyak-banyaklah mendengar petuah dari orang tua atau lihatlah di sekeliling Anda bagaimana pekerja/karyawan itu membangun karirnya dan bagaimana wirausaha itu membangun usahanya dari nol.

Referensi Buku:
  • Konsep Dasar IPS untuk SD/MI Karangan Yulia Siska
  • Cara Cerdas Cari Uang; Menjadi Karyawan atau Wirausahawan? Karangan Dony S-wardhana
  • Membuka Pintu Rezeki karangan Drs. A.F. Jaelani
Nah, demikianlah pembahasan lengkap tentang 4 Karakter dalam Konsep Dasar Kewirausahaan. Semoga bermanfaat!

0 Response to "4 Karakter dalam Konsep Dasar Kewirausahaan"

Post a Comment

Terimakasih atas kepatuhannya melakukan komentar yang sopan, tidak menyinggung S4R4 dan p0rnografi, serta tidak mengandung link aktif, sp4m, iklan n4rk0ba, senj4t4 ap1, promosi produk, dan hal-hal lainnya yang tidak terkait dengan postingan. Jika ada pelanggaran, maaf jika kami melakukan penghapusan sepihak. Terimakasih dan Salam blogger!