Perbedaan, Unsur, Macam-Macam Iklim dan Cuaca

INIRUMAHPINTAR – Jika Anda masih bingung untuk menjelaskan apa perbedaan cuaca dan iklim, unsur-unsurnya, serta menyebutkan macam-macam iklim ditinjau dari beberapa aspek, maka penjelasan berikut ini mudah-mudahan memberikan pencerahan. Apalagi kata cuaca dan iklim seringkali terdengar di dalam kehidupan sehari-hari tetapi terkadang masih banyak yang memberikan definisi yang salah. Oleh karena itu, agar tidak ikut-ikutan salah dan sebelum andil dalam diskusi tentang perbedaan cuaca dan iklim ini, sebaiknya simak dulu materi berikut ini ya! Dijamin paham deh! Cekidot!

Perbedaan Singkat tentang Cuaca dan Iklim

Cuaca adalah keadaan lapisan udara (troposfer) di suatu tempat yang tidak luas pada saat tertentu dan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Adapun cuaca rata-rata pada suatu wilayah yang luas dan dalam waktu yang lama disebut iklim.

Cuaca dan Unsur-Unsur Cuaca

Cuaca dapat diamati berdasarkan unsur-unsurnya, antara lain suhu udara, tekanan udara, angin, awan, dan curah hujan. Penjelasan selengkapnya tersaji sebagai berikut:

1. Suhu Udara

Suhu udara diukur dengan termometer. Namun, suhu udara juga dapat diukur dengan termometer pencatat. Pada termometer pencatat, derajat suhu tercatat secara otomatis setiap pergantian suhu. Adapun kertas catatannya disebut termogram. Dari hasil catatan suhu, baik yang ditunjukkan oleh termometer biasa maupun termometer pencatat, ditunjukkan bahwa suhu udara selalu berubah setiap hari.

Suhu tertinggi biasanya dicapai pada pukul 13.00 sampai 14.00, sedangkan suhu terendah dicapai pada pukul 04.00 sampai 05.00 (pagi). Selain itu juga ditunjukkan bahwa suhu di suatu tempat tidak sama. Suhu di dataran tinggi lebih tinggi daripada suhu di daerah pegunungan, suhu di daerah tropik lebih tinggi daripada di daerah kutub dan ketika menjelang hujan biasanya suhu udara naik.

2. Tekanan Udara

Telah kita ketahui bahwa udara mempunyai tekanan. Besarnya tekanan udara di permukaan laut adalah 1 atm. Semakin tinggi suatu tempat dari permukaan laut, tekanan udaranya semakin rendah. Besar tekanan udara dapat diukur dengan barometer. Barometer yang sering dipakai yaitu barometer aneroid, yaitu barometer yang tidak menggunakan bahan cair. Adapun barometer yang sekaligus dapat digunakan untuk mengukur tinggi tempat disebut altimeter.

3. Kelembapan Udara

Kelembapan udara adalah bilangan yang menyatakan banyaknya uap air yang terdapat dalam udara. Alat pengukur kelembapan udara adalah higrometer. Kelembapan udara dibedakan menjadi dua macam, yaitu kelembapan mutlak dan kelembapan nisbi.

Kelembapan mutlak adalah bilangan yang menyatakan banyaknya uap air (dalam gram) yang terdapat dalam 1 m^3 udara. Adapun kelembapan nisbi (relatif) adalah bilangan (dalam persen) yang menunjukkan perbandingan antara jumlah uap air yang terdapat dalam udara dan uap jenuhnya.

4. Arah dan Kecepatan Angin

Angin adalah udara yang mengalir. Aliran tersebut dapat terjadi karena perbedaan tekanan udara. Aliran udara mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. Alat untuk mengukur kecepatan angin adalah anemometer. Arah dan kecepatan angin perlu diketahui karena bermanfaat terutama untuk penerbangan dan peramalan cuaca. Selain itu, angin juga bermanfaat membawa awan sehingga terjadi hujan, menghasilkan tenaga (seperti kincir angin dan perahu layar), dan membantu penyerbukan.

5. Awan

Awan adalah kumpulan tetesan air di udara. Hal itu dapat terjadi karena adanya pengembunan (kondensasi) uap air di udara yang melampaui keadaan jenuh. Pengembunan uap air terjadi karena suhu udara turun jika ketinggiannya naik. Pada ketinggian tertentu, udara jenuh dengan uap air. Jika pada saat itu terdapat inti kondensasi, yaitu partikel-partikel halus yang jumlahnya sangat banyak dan proses penyerapan berlangsung terus, pada suatu saat inti kondensasi mencair dan terbentuklah awan. Awan ini selanjutnya berubah menjadi titik-titik air hujan.

6. Curah Hujan

Banyak curah hujan pada suatu tempat diukur dengan alat penakar hujan. Alat penakar hujan dibedakan menjadi dua macam sebagai berikut:

  • Alat pencatat hujan, yaitu alat pencatat jumlah curah hujan pada kertas pencatat yang setiap hari atau minggu harus diganti dengan yang baru. Cara pencatatan alat ini sama dengan barograf.
  • Penakar hujan biasa, yaitu alat untuk mengukur banyaknya hujan yang jatuh selama 24 jam dengan gelas ukur.

Iklim dan Macam-macam Iklim


Iklim adalah rata-rata dari keadaan dan pergantian udara di suatu wilayah yang luas dan dalam waktu yang cukup lama. Meskipun demikian, iklim mempunyai unsur-unsur iklim sama dengan unsur-unsur cuaca. Menurut letak geografisnya, iklim dibedakan menjadi lima, yaitu:

1. Iklim Laut

  • Daerah tropis dan subtropis ditandai dengan rata-rata suhu tahunan tidak begitu tinggi, amplitud suhu harian kecil, banyak awan, dan banyak hujan lebat disertai badai.
  • Daerah sedang ditandai dengan amplitud harian kecil, banyak awan, banyak hujan (hujan rintik-rintik), dan pergantian musim lambat.

2. Iklim Darat (Iklim Kontinental)

  • Daerah tropis dan subtropis ditandai dengan amplitud harian yang sangat besar, amplitud tahunan kecil, hujan sedikit, dan jika ada hujan disertai dengan angin topan.
  • Daerah sedang ditandai dengan amplitud suhu tahunan dan harian besar. Pada musim panas, siangnya panas sekali dan pada malam hari dingin sekali.

3. Iklim Tanah Tinggi

Iklim tanah tinggi seperti di Tibet dan dataran tinggi Dekan, ditandai dengan amplitud harian dan tahunan besar, udara kering, dan kelembapannya rendah serta jarang terjadi hujan.

4. Iklim Gunung

Ilmi gunung terdapat di puncak-puncak gunung. Iklim gunung ditandai dengan amplitud kecil, hujan jatuh di lereng gunung sesuai dengan arah angin , dan kadang-kadang terjadi hujan salju.

5. Iklim Muson

Sifat menonjol dari iklim muson adalah anginnya berganti arah yang berlawanan setiap setengah tahun. Jadi, setengah tahun angin dari laut dan setengah tahun angin dari darat. Hujan biasanya terjadi pada musim panas.


Berdasarkan tumbuh-tumbuhan yang tumbuh, iklim dibedakan menjadi delapan, yaitu:

1. Iklim kutub (es), daerahnya dibatasi oleh garis isoterm 0 derajat Celcius dari bulan terpanas.
2. Iklim gurun, daerahnya mempunyai curah hujan kurang dari 25 cm per tahun.
3. Iklim tundra, daerahnya dibatasi oleh garis isoterm 10 derajat Celcius dari bulan terpanas dan tertutup oleh padang lumut.
4. Iklim Stepa, mempunyai curah hujan rata-rata 2 kali lebih banyak dari daerah gurun.
5. Iklim tropis, mempunyai iklim laut dengan banyak hujan.
6. Iklim savana, merupakan iklim kering, daerahnya berupa padang rumput, dan banyak tumbuh-tumbuhan.
7. Iklim boreal, dengan musim dingin yang sangat dingin dan selalu tertutup salju serta sedikit hujan pada musim panas.
8. Iklim sedang lembap, bercirikan hujan sepanjang tahun.

Nah, seperti itulah gambaran tentang Perbedaan, Unsur, Macam-Macam Iklim dan Cuaca. Semoga bermanfaat!

0 Response to "Perbedaan, Unsur, Macam-Macam Iklim dan Cuaca"

Post a Comment

Terimakasih atas kepatuhannya melakukan komentar yang sopan, tidak menyinggung S4R4 dan p0rnografi, serta tidak mengandung link aktif, sp4m, iklan n4rk0ba, senj4t4 ap1, promosi produk, dan hal-hal lainnya yang tidak terkait dengan postingan. Jika ada pelanggaran, maaf jika kami melakukan penghapusan sepihak. Terimakasih dan Salam blogger!

Note: Only a member of this blog may post a comment.