Pengertian, Jenis, Struktur, Ciri, Kebahasaan, Unsur Intrinsik Cerpen

INIRUMAHPINTAR - Inilah Pengertian, Jenis, Struktur, Ciri, Kebahasaan, Unsur Intrinsik Cerpen. Masih ada yang mempertanyakan tentang apa pengertian/definisi cerpen yang sebenarnya. Begitupun dengan penjelasan terperinci tentang jenis-jenis cerpen yang terdapat dalam dunia kesusastraan. Bahkan tidak sedikit yang masih ingin mendalami bagaimana struktur, ciri-ciri umum, dan ciri kebahasaan cerpen. Sebagian yang lain pun penasaran untuk memahami lebih detail tentang unsur-unsur intrinsik yang terkandung di dalam cerpen. Nah, berita gembiranya adalah jika sobat termasuk orang-orang yang ingin mengetahui lebih banyak tentang dunia cerpen, materi pembahasan berikut ini adalah jawabannya. Selamat belajar!


Pengertian Cerpen dan Isi Cerpen

Cerpen adalah prosa fiksi yang menceritakan suatu peristiwa istimewa yang dialami oleh tokoh utamanya. Berbeda dengan novel, cerpen disajikan lebih sederhana karena alur atau jalan ceritanya hanya mengambil sebagian dari seluruh kehidupan tokoh utama. Dalam hal ini, cerpen bisa dipaparkan hingga mencapai klimaks saja atau dari klimaks hingga penyelesaian. Isi cerpen sendiri umumnya berupa kisah singkat, ringkas, pendek,  menarik dan unik bertema kehidupan sehari-hari yang dialami oleh tokoh cerita.

Cerpen juga dapat diartikan sebagai cerita/karangan pendek berbentuk prosa yang mengandung kurang dari 10.000 kata, yang memberikan kesan tunggal, dominan, dan mengisahkan sepenggal kehidupan tokoh yang penuh pertikaian, peristiwa, dan pengalaman.

Sumber: Pixabay

Jenis-Jenis Cerpen

Berdasarkan sasaran pembacanya, cerpen dibagi cerpen anak, cerpen remaja, dan cerpen dewasa. Berdasarkan penulisannya, cerpen dapat dibagi menjadi cerpen realis dan cerpen abstrak. Cerpen realis adalah cerpen yang menggambarkan kejadian dengan nyata sesuai dengan keadaan aslinya. Sedangkan cerpen abstrak menggambarkan kejadian dengan berbagai simbol. Berdasarkan temanya, banyak sekali jenis cerpen, antara lain cerpen romantis, cerpen horor, cerpen kritik sosial, dan lain sebagainya.

Struktur Penulisan Cerpen

Di bagian ini, masih ada yang sering menanyakan apa pengertian abstrak, orientasi, komplikasi, evaluasi, resolusi, koda dalam struktur cerpen secara rinci? Nah, berikut adalah jawabannya:
  • Tahapan abstrak merupakan ringkasan atau inti cerita.
  • Tahapan orientasi merupakan struktur yang berisi pengenalan tokoh dan latar cerita.
  • Komplikasi, muncul diakibatkan oleh munculnya konflik, ditandai dengan reaksi pelaku dalam cerpen terhadap konflik.
  • Tahap evaluasi ditandai dengan adanya konflik yang mulai diarahkan pada pemecahannya.
  • Resolusi adalah suatu keadaan dimana konflik terpecahkan dan menemukan penyelesaiannya, yang ditandai dengan upaya pengarang yang mengungkapkan solusi dari berbagai konflik yang dialami tokoh.
  • Koda (reorientasi) adalah bagian akhir sebuah cerita pendek yang diberikan oleh pengarang yang menyuarakan pesan moral sebagai tanggapan terhadap konflik yang terjadi.

Ciri-ciri Cerpen

Setelah mendalami pengertian/definisi cerpen di atas, apakah sobat sudah bisa menangkap kriteria yang cocok dimasukkan sebagai ciri-ciri umum cerpen? Jika belum, mari kita baca penggolongan ciri-ciri cerpen berikut ini:
  • Bentuk ceritanya lebih pendek ari novel (singkat dan padat)
  • Isi ceritanya berasal dari kehidupan sehari-hari (biasanya dari pengalaman pribadi atau orang lain)
  • Hanya menceritakan satu kejadian/peristiwa saja
  • Alur (plot) cerita tunggal dan lurus.
  • Penokohan pada cerpen sangat sederhana, tidak mendalam dan singkat.
  • Tulisan kurang dari 10.000 kata. 

Ciri-ciri Kebahasaan Cerpen

Berikut ini adalah ciri kebahasaan yang membangun cerpen:
  • Menggunakan penggambaran waktu lampau.
  • Mencantumkan penyebutan tokoh (nama, kata ganti, julukan, dan sebutan)
  • Menggunakan kata-kata yang mengilustrasikan latar/setting.
  • Memuat kata-kata yang mendeskripsikan pelaku, penampilan fisik, dan kepribadiannya.
  • Memuat kata-kata yang merujuk pada peristiwa yang dialami pelaku.
  • Menunjukkan sudut pandang pengarang.

Unsur-unsur Intrinksik Cerpen

Sebagai bagian dari hal-hal menarik, unsur-unsur intrinsik memegang peranan penting sebagai pembangun karakterisik dan keistimewaan cerpen. Unsur-unsur intrinsik cerpen meliputi tema, alur, sudut pandang, tokoh dan penokohan, latar, amanat, dan gaya/kaidah kebahasaan. Untuk memahami uraian teoritisnya, berikut penjelasan lengkapnya:

1. Tema Cerpen
Tema merupakan ide, gagasan, pikiran utama, permasalahan, atau pokok pembahasan yang menjadi pondasi atau mendasari cerita. Umumnya tema cerpen berkaitan dengan permasalahan sehari-hari yang biasa ditemukan di kehidupan nyata. Untuk menentukan tema cerpen, pembaca sebaiknya melakukan apresiasi secara komprehensif terlebih dahulu. Itu dikarenakan pengarang atau penulis cerpen lazimnya menempatkan tema secara tersirat. Terkadang tema cerpen tercermin di balik tokoh/penokohan, latar, alur cerita, dan unsur-unsur lain. Contoh tema cerpen yaitu perjuangan, pendidikan, ketuhanan, cinta, kemanusiaan, kemasyarakatan, kebangsaan, pemerintahan, kejujuran, lingkungan, dsb.

2. Sudut Pandang Cerpen
Sudut pandang dalam cerpen sangat berhubungan dengan gaya penulis/pengarang cerpen menyampaikan karyanya. Apakah ia menjadi tokoh yang ikut dalam cerpen dengan menggunakan kata ganti orang pertama, atau dia menjadi pengamat di luar cerpen dengan menggunakan kata ganti orang ketiga. Dengan bahasa lebih sederhana, sudut pandang cerpen yaitu cara pengarang mengambil posisi dalam cerita.

3. Tokoh dan Penokohan Cerpen
Tokoh dan penokohan merupakan dua hal yang sangat menarik. Sebuah cerpen umumnya mengandung pelaku atau tokoh. Tokoh tersebut dapat bersifat baik ataupun jahat. Karakter tokoh, baik ataupun jahat dapat dilukiskan dengan penokohan. Jadi, penokohan berfungsi membedakan tokoh yang satu dengan yang lainnya. Unsur tokoh dan penokohan dapat menjadi hal yang menarik dalam cerpen. Hal ini dikarenakan umumnya unsur tersebut  sangat menarik perhatian pembaca. Jadi, penokohan bisa dikatakan sebagai cara pengarang menggambarkan watak tokoh. Tokoh biasanya memiliki watak yang khas. Pengenalan watak tokoh dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
  • Cara analitik, yaitu penggambaran watak tokoh yang secara langsung diuraikan pengarang.
  • Cara dramatik, yaitu penggambaran watak tokoh yang tersurat dalam rangkaian cerita. Misalnya, melalui deskripsi fisik dan deskripsi keadaan sekitarnya.
Cara yang lebih terperinci untuk mengetahui watak tokoh yaitu melalui:
  • Penjelasan langsung dari pengarang atau penulis bahwa tokohnya berwatak baik, pemarah, sadis, kikir, bijaksana, licik, dengki, rapi, pendendam, jujur, rajin, pemalas, cerdas, humoris, egois, keras kepala, ramah, dan sebagainya.
  • Dialog atau percakapan antar tokoh.
  • Tanggapan atau reaksi dari tokoh lain terhadap tokoh atau pelaku utama.
  • Pikiran-pikiran dalam hati tokoh,
  • Lingkungan di sekitar atau penampilan tokoh (rapi, bersih, teratur, acak-acakan, dan sebagainya).
  • Bentuk fisik tokoh,
  • Tingkah laku, tindakan tokoh, atau reaksi tokoh terhadap suatu masalah/kejadian dalam cerita.
 4. Latar Cerpen
Latar atau setting cerpen tidak hanya berkaitan dengan tempat di mana peristiwa dalam cerpen terjadi. Akan tetapi, juga berkaitan dengan waktu dan suasana. Jadi, unsur latar menggambarkan setting yang mendasari peristiwa dalam cerpen tersebut secara keseluruhan, baik tempat, waktu, dan keadaan.

5. Alur Cerpen
Rangkaian peristiwa dalam cerpen yang memiliki hubungan sebab-akibat dinamakan alur cerpen. Alur cerpen dibedakan menjadi tiga, yaitu alur maju, alur mundur, dan alur campuran. Alur maju maksudnya, cerpen tersebut merangkaikan cerita dari kejadian masa lampau maju menuju kejadian masa sekarang. Sementara itu, alur mundur maksudnya, peristiwa disajikan dari peristiwa masa kini mundur ke peristiwa masa lampau. Alur campuran artinya menggunakan alur maju dan alur mundur.

6. Amanat Cerpen
Sebuah cerpen tidak hanya bertujuan menghibur, tetapi juga membawa pesan moral. Pesan tersebut dinamakan juga amanat. Amanat dalam sebuah cerpen menjadi suatu hal yang sangat menarik karena menjadikan cerpen lebih bermanfaat. Selain itu, gaya bahasa yang digunakan penulis cerpen juga dapat dipandang sebagai hal yang menarik. Hal ini dikarenakan gaya bahasa tiap penulis tidaklah sama. 

7. Nilai-nilai
Dalam karya sastra, termasuk cerpen biasa terkandung nilai-nilai yang disisipkan oleh pengarang. Nilai-nilai itu meliputi nilai moral (berhubungan dengan akhlak, budi pekerti baik atau buruk), nilai sosial (berkaitan dengan norma dalam kehidupan bermasyarakat misalnya: saling menolong, memberi, toleransi, dan bertenggang rasa), nilai budaya (berhubungan dengan kebiasaan masyarakat setempat, misalnya kesenian, kepercayaan, atau upacara-upacara adat), dan nilai estetika (berkaitan dengan keindahan atau seni berupa gaya kebahasaan, alur, dan tema).

Demikian pembahasan tentang Pengertian, Jenis, Struktur, Ciri, Kebahasaan, Unsur Intrinsik Cerpen. Semoga bermanfaat!

0 Response to "Pengertian, Jenis, Struktur, Ciri, Kebahasaan, Unsur Intrinsik Cerpen"

Post a Comment

Terimakasih atas kepatuhannya melakukan komentar yang sopan, tidak menyinggung S4R4 dan p0rnografi, serta tidak mengandung link aktif, sp4m, iklan n4rk0ba, senj4t4 ap1, promosi produk, dan hal-hal lainnya yang tidak terkait dengan postingan. Jika ada pelanggaran, maaf jika kami melakukan penghapusan sepihak. Terimakasih dan Salam blogger!

Note: Only a member of this blog may post a comment.