Cara Menilai Keunggulan atau Kelemahan Karya Sastra

INIRUMAHPINTAR - Materi kali ini yaitu cara menilai keunggulan atau kelemahan karya sastra. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak bisa terlepas dari penilaian orang lain. Semakin baik nilai seseorang di mata manusia lain maka semakin baik juga penghargaan yang diterimanya. Begitu pula kodrat manusia sebenarnya, semakin baik nilainya di mata Tuhan, maka semakin berharga dan terhormat posisinya di hari kemudian. Lalu apa indikator penilaian yang digunakan? Ternyata hanya dua yaitu keunggulan dan kelebihan. Kedua hal inilah yang selalu menjadi tolak ukur untuk banyak hal termasuk karya sastra. Untuk menilai keunggulan atau kelemahan karya sastra dapat dilakukan dengan cara membuat resensi, menyampaikan kritik sastra, atau membuat esai.

A. Membuat Resensi

Resensi adalah timbangan atau tinjauan pada sebuah karya cipta, seperti buku, lagu, film, dan sebagainya. Resensi berisi ulasan, tanggapan, penilaian, dan apresiasi seseorang terhadap suatu karya cipta. Unsur-unsur yang harus diungkapkan dalam menyusun resensi sebagai berikut:

1. Judul resensi, boleh sama dengan judul karya yang dipublikasikan atau resensator membuat judul yang berbeda, tapi tentutnya tidak menyimpang dengan isi karya yang diresensi.

2. Identitas buku (judul buku, nama pengarang, penerbit, tempat dan tahun terbit, jumlah halaman, termasuk yang ber-angka Romawi)

3. Paragraf pembuka, yang terdiri beberapa bagian meliputi, identitas buku (judul buku, nama pengarang, penerbit, tempat dan tahun terbit, jumlah halaman, termasuk ber-angka Romawi); menyinggung kebutuhan masyarakat akan suatu bidang; memberitahukan jenis buku, topik dan segi khusus buku, pembaca yang dituju, dan pemenuhan kebutuhan pembaca; memberitahukan riwayat hidup dan reputasi pengarang, latar belakang pengarang penulisan buku, persamaan dan perbedaan dengan buku sejenis.

4. Paragraf peringkas, yang berisi dua kerangka utama yaitu memberitahukan tujuan, tema buku, dan intisari isinya; serta memberitahukan sikap pengarang terhadap topik dan pembaca sekaligus nadanya.

5. Paragraf tanggapan/analisis, yang bertujuan untuk memberitahukan keunggulan dan kelemahan buku serta mengomentari gaya bahasa, struktur kalimat, ejaan, diksi, dan ilustrasi.

6. Paragraf simpulan, berisi penyampaian manfaat (layak/tidak) sebuah buku untuk masyarakat/pembaca yang berhubungan dengan nilai kenikmatan maupun nilai kehikmatan.

B. Kritik Sastra

Kritik sastra merupakan hasil pengamatan sang kritikus terhadap keunggulan dan kelemahan suatu karya sastra, terutama dari hakikat nilai sastranya. Kritik sastra biasanya mengulas tentang puisi, cerpen, novel, film, atau pementasan drama. Di dalam kritik sastra terdapat analisis keunggulan, kelemahan/kekurangan, kebenaran, serta kesalahan yang terdapat dalam karya sastra itu. Yakob Sumardjo (1986:21) mengatakan bahwa kritik sastra mempunyai tujuan mendorong sastrawan untuk mencapai penciptaan ke tataran lebih baik (tertinggi), di sisi lain bermakna memberikan apresiasi terhadap karya sastra itu secara lebih baik. Karakteristik kritik sastra, yaitu:
  1. bertujuan untuk menilai karya sastra secara objektif
  2. penilaian berdasarkan kriteria tertentu
  3. mengungkapkan kelebihan dan kekurangan karya sastra dengan menyertakan bukti-bukti tekstual dari karya yang dikritik.
  4. ada simpulan penilaian kritikus terhadap karya sastra yang dikritik.
Sumber : Public Domain Pictures

C. Esai

Esai adalah suatu tulisan yang menggambarkan opini penulis tentang subjek tertentu yang coba dinilainya. Dimensi yang menjadi titik pokok esai adalah pandangan atau pendapat pribadi penulis. Ulasan-ulasannya bersifat pribadi, akrab, dan asyik dibaca layaknya obrolan biasa. Masalah yang dibicarakan biasanya berkenaan dengan masalah sastra, filsafat, ekonomi, politik, hukum, sosial, kesehatan, dan hal-hal lainnya. Langkah-langkah membuat esai sebagai berikut:
  1. menentukan tema atau topik
  2. membuat outline atau garis besar ide-ide yang akan kita bahas
  3. menulis pendahuluan berisi pendapat penulis dengan kalimat yang singkat dan jelas yang disertai latar belakang
  4. menulis tubuh esai, memulai dengan memilah poin-poin penting yang akan dibahas, kemudian buatlah beberapa subtema pembahasan agar memudahkan pembaca untuk memahami maksud dari gagasan penulis, selanjutnya penulis harus mengembangkan
  5. menulis simpulan, memberikan simpulan pendapat dari gagasan penulis yang dapat membentuk opini pembaca tentang subjek yang ditulis.
  6. memberikan sentuhan akhir pada tulisan kita agar pembaca merasa bila mengambil manfaat dari apa yang ditulis tersebut dengan mudah dan sistematis sehingga membentuk kerangka berpikir mereka secara utuh.
Referensi: TOP NO. 1 SKL UN SMA IPS 2017 oleh Tim Guru Indonesia, 2016

Setelah memahami 3 cara untuk menilai keunggulan dan kelemahan karya sastra di atas, selanjutnya tinggal memilih cara yang diinginkan. Bagi-bagi adik-adik pelajar dan mahasiswa yang berkecimpung di bidang sastra baiknya menyempatkan diri membuat resensi, kritik sastra, dan esai dalam rangka mengembangkan potensi diri. Siapa tahu berawal dari hobi lalu menjadi profesi. Selamat belajar dan mencoba ya!

0 Response to "Cara Menilai Keunggulan atau Kelemahan Karya Sastra"

Post a Comment

Terimakasih atas kepatuhannya melakukan komentar yang sopan, tidak menyinggung S4R4 dan p0rnografi, serta tidak mengandung link aktif, sp4m, iklan n4rk0ba, senj4t4 ap1, promosi produk, dan hal-hal lainnya yang tidak terkait dengan postingan. Jika ada pelanggaran, maaf jika kami melakukan penghapusan sepihak. Terimakasih dan Salam blogger!

Note: Only a member of this blog may post a comment.