Pengertian, Ciri, Unsur, Kaidah Kebahasaan Teks / Paragraf Narasi

INIRUMAHPINTAR - Materi tentang Pengertian, Ciri, Unsur, Kaidah Kebahasaan Teks / Paragraf Narasi serta langkah-langkah menyusun dan cara penyuntingannya merupakan bagian dari materi pelajaran Bahasa Indonesia kelas 7 SMP/MTs Kurikulum 2013. Materi ini merupakan penjabaran dari dua kompetensi dasar, yaitu: mengidentifikasi unsur-unsur teks narasi (cerita fantasi) yang dibaca dan didengar; menelaah struktur dan kebahasaan teks narasi (cerita fantasi) yang dibaca dan didengar. Selengkapnya, rubrik jendela ilmu menyajikan penjelasan lengkap berikut ini:

1. Pengertian Teks / Paragraf Narasi

Teks / paragraf narasi adalah teks yang mengisahkan suatu kejadian atau peristiwa secara kronologis (dalam kesatuan waktu tertentu) dengan mengutamakan adanya tindak-tanduk (perbuatan aktif) dari tokoh disertai ilustrasinya. Penulis berusaha membawa pembaca larut dalam cerita sehingga seolah-olah mereka melihat dan mengalami sendiri peristiwa tersebut.
sumber: flickr

2. Ciri-ciri  Paragraf / Narasi

Secara umum teks / paragraf narasi mempunyai beberapa ciri berikut ini:
  • Menguraikan atau mengisahkan suatu peristiwa
  • Menyajikan atau membangun alur
  • Mengutamakan faktor kronologis atau waktu
  • Menggali sumber ide dari kejadian nyata atau pengembangan imajinasi (fiktif)
Namun, dari sumber lain ditemukan juga ciri-ciri narasi sebagai berikut:
  • Adanya unsur perbuatan
  • Adanya unsur rangkaian waktu, informatif
  • Adanya sudut pandang penulis
Selain itu ada juga yang menyebutkan ciri-ciri narasi sebagai berikut:
  • berisi kejadian atau rangkaian peristiwa yang menunjukkan jalinan cerita
  • ada unsur pelaku
  • ada unsur tempat
  • ada unsur waktu
  • ada unsur suasana
Oleh karena itu, tidak semua topik sepadan menjadi teks / paragraf narasi. Hanya topik yang sesuai dengan ciri-ciri tersebut di atas yang dapat dikembangkan menjadi teks / paragraf narasi.

3. Unsur-unsur Teks / Paragraf Narasi

Teks atau paragraf narasi dapat dibangun dengan unsur-unsur (struktur berikut :
  • Tema adalah pokok pembicaraan yang menjadi dasar penceritaan penulis
  • Alur (plot) adalah jalinan cerita, bagaimana cerita disusun, sehingga perihal demi perihal dapat terkoneksi dengan baik
  • Watak atau karakter berhubungan dengan perangai si pelaku atau tokoh dalam suatu narasi.
  • Suasana berhubungan dengan kesan yang ditimbulkan sehingga pembaca dapat ikut mencitrakan dan merasakan suasana yang dialami pelaku
  • Sudut pandang berhubungan dengan dari mana penulis melihat suatu kejadian. Dia boleh memandang dari sudut pandang orang pertama atau orang ketiga
 

4. Kaidah Kebahasaan Teks / Paragraf Narasi

Berikut ini adalah kaidah kebahasaan teks / paragraf narasi:
  • Teks / paragraf narasi dominan menggunakan kata penghubung penanda urutan waktu seperti: pertama-tama, lalu, kemudian, selanjutnya, akhirnya, ketika, dsb.
  • Teks / paragraf narasi menggunakan kata benda, kata sifat, frase, atau klausa sesuai dengan topik, sudut pandang dan objek yang dinarasikan.
  • Teks / paragraf narasi mengandung kata kerja transitif atau intransitif sesuai kebutuhan.
  • Teks / paragraf narasi menggunakan kata kiasan (metafora) sebagai penambah cita rasa penyampaian cerita.

5. Langkah-langkah Menyusun Teks / Paragraf Narasi

Paragraf narasi dapat disusun mengikuti langkah-langkah berikut ini:
  • Memilih topik yang menjadi dasar penceritaan
  • Mengumpulkan materi sebagai bahan uraian
  • Menetapkan pola pengembangan bahan uraian
  • Menyusun kerangka paragraf berupa gagasan dan gagasan penjelasannya
  • Mengembangkan kerangka paragraf menjadi kalimat yang padu sehingga tersusun sebuah paragraf narasi
Jadi, setelah memilih topik yang akan dibentuk menjadi paragraf narasi, mulailah merancang kerangka karangan. Akan tetapi tentu saja terlebih dahulu mengumpulkan materi sebagai bahan. Kerangka karangan tersebut nantinya dikembangkan menjadi karangan utuh

6. Menyunting Teks / Paragraf Narasi

Proses berkarya hendaknya diakhiri dengan penyuntingan. Hal ini penting dilakukan agar hasil karya semakin bagus. Oleh karena itu, setelah menulis paragraf narasi, seorang penulis melakukan penyuntingan. Hal-hal yang perlu disunting adalah penggunaan ejaan, kosakata, tata bahasa, ketepatan isi, dan pola paragraf. Untuk memahami tentang proses penyuntingan teks / karangan secara lengkap, direkomendasikan untuk membaca lebih lanjut di pembahasan ini : Pengertian, Isi, Ciri, Struktur, Kaidah Kebahasaan Teks Deskripsi Lengkap

Referensi : 

1. Judul Buku : Bahasa Indonesia 1 SMA Kelas X, Penulis: Sri Sutarni, S.Pd & Drs. Sukardi, M.Pd., Tahun: 2008
2. Judul Buku : Bahasa Indonesia untuk SMK Kelas XI, Penulis: Nandi Darmayanti, Tahun: 2007
3. Judul Buku : Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA Kelas 1, Penerbit: Grasindo

Demikianlah pembahasan lengkap tentang Pengertian, Ciri, Unsur, Kaidah Kebahasaan Teks / Paragraf Narasi. Semoga bermanfaat! ^_^

0 Response to "Pengertian, Ciri, Unsur, Kaidah Kebahasaan Teks / Paragraf Narasi"

Post a Comment

Terimakasih atas kepatuhannya melakukan komentar yang sopan, tidak menyinggung S4R4 dan p0rnografi, serta tidak mengandung link aktif, sp4m, iklan n4rk0ba, senj4t4 ap1, promosi produk, dan hal-hal lainnya yang tidak terkait dengan postingan. Jika ada pelanggaran, maaf jika kami melakukan penghapusan sepihak. Terimakasih dan Salam blogger!