Ini Pelayanan Universitas/Kampus yang harus Dibenahi

INIRUMAHPINTAR - Universitas adalah institusi pendidikan tinggi yang memegang peranan penting dalam melanjutkan estafet pematangan dan peningkatan kualitas manusia setelah menjalani proses pembekalan di tingkat SD, SMP, dan SMA. Untuk itu, sejatinya sebuah kampus/universitas hadir dengan fungsi maksimum untuk memberikan pelayanan terbaik agar mampu menjalankan perannya sebagai pelanjut amanah dalam jenjang pendidikan nasional. Dalam hal ini, kampus harus menjamin kualitas dosen-dosen dan pegawai-pegawai yang ada dalam ruang lingkup organisasi. Kampus harus menjamin mereka bekerja berdasarkan hak dan kewajibannya tanpa merugikan siapapun, termasuk mengecewakan mahasiswa, yang merupakan objek vital sebuah institusi pendidikan tinggi.

Namun demikian, niat baik sebuah kampus/universitas yang terukir dalam visi misinya masih banyak ditemukan tidak sejalan dengan kualitas dan i'tikad baik sumber daya manusia yang dipekerjakan di dalamnya. Terlepas sebagai manusia biasa yang penuh keterbatasan, dosen-dosen hingga pegawai-pegawai yang direkrut oleh sebuah kampus harus melayani customer (sebut saja mahasiswa) dengan pelayanan terbaik bukan malah sebaliknya, menjadikan diri mereka bak Raja atau Ratu karena sesungguhnya mereka memperoleh kesejahteraan hidup dan bekerja dari kantong-kantong mahasiswa.
Para pembaca, yang pernah merasakan dunia kemahasiswaan atau masih berstatus mahasiswa hingga saat ini, dipastikan sulit mengelak dari keadaan yang mengusik kenyamanan hati selama kuliah. Ada saja yang membuat hati menjadi kecewa. Ada yang terjadi berulang-ulang dan ada juga yang terjadi hingga toga di kepala. Di satu sisi, bentuk-bentuk kekecewaan ini pun terkadang menjadi ruang rindu sekaligus kenangan pahit. Di sisi lain, rasa kecewa ini menjadi bumerang sekaligus bom waktu yang ingin segera ditumpas dan dibabat habis agar tidak lagi merugikan mahasiswa-mahasiswa lain di kemudian hari.
Sumber Ilustrasi: amyhartmanc.blogspot.com
Berikut ini adalah beberapa bentuk pelayanan kampus/universitas yang mengecewakan mahasiswa dan salah satunya mungkin pernah Anda rasakan:

[1] Berkas penting mahasiswa dihilangkan entah ke mana rimbanya
Hal ini biasa terjadi ketika mahasiswa diminta mengumpulkan berkas (sebut saja di kantor Akademik). Setelah mengumpulkan berkas (sebut saja slip pembayaran) dan mahasiswa bersantai menikmati masa libur,  tiba-tiba kampus mengumumkan beberapa nama yang belum mengumpulkan berkas. Bagaimana perasaan mahasiswa yang berada pada posisi ini? kecewa bukan? Faktanya, pihak kampus telah menghilangkan berkas mahasiswa (biasanya tanpa permohonan maaf resmi) dan memaksa (dalam arti mengharuskan) mahasiswa untuk kembali mengumpulkan berkas. Beruntung jika tidak harus keluar ongkos (andai jarak rumah dan kampus jauh) atau kampus memberikan kemudahan (seperti membolehkan pengiriman berkas lewat email, dsb)

[2] Nilai mahasiswa tidak di-update dan dirilis tepat waktu
Idealnya, nilai mata kuliah mahasiswa selalu di-update dan tepat waktu, minimal sebelum semester berikutnya dimulai. Namun, tidak sedikit kampus/universitas yang belum mampu melakukan ini. Akibatnya, mahasiswa mengalami keterlambatan untuk memperbaiki atau merencanakan program mata kuliah di semester berikutnya. Padahal, seharusnya pihak kampus melakukan komunikasi aktif dengan dosen. Jika perlu, gaji dan tunjangan untuk dosen diberikan ketika nilai mata kuliah yang diampuh telah dikumpulkan tepat waktu. Jika terlambat, kampus seharusnya memberikan sanksi akademik. Tidakkah pihak kampus/universitas memiliki tenggang rasa, betapa kecewanya mahasiwa dalam posisi ini.

[3] Pelimpahan beban kerja untuk Mahasiswa di luar kewajibannya
Mahasiswa memiliki kewajiban untuk menjalani proses kuliah dengan normal. Namun, tidak sedikit pegawai-pegawai nakal di lingkup kampus yang memanfaatkan jabatan atau perannya sebagai alat pencapaian tujuan di luar kepentingan kampus melalui perantara mahasiswa. Tidak sedikit mahasiswa diminta melakukan tugas-tugas/beban kerja yang seharusnya dilakukan oleh pegawai-pegawai tersebut sendiri. Untung baik jika proses pelimpahan beban kerja ini dilakukan tanpa pemaksaan atau mengharapkan imbalan/balas budi di kemudian hari. Jika mahasiswa dipaksa (secara tidak langsung) atau diminta melakukan hal-hal di luar kemampuan dan kesempatannya, tidak diragukan lagi pasti merasakan kekecewaaan yang luar biasa. Oleh karena itu, pihak kampus sebaiknya melakukan kontrol kinerja (secara rahasia) dan tidak segan-segan memecat pegawai-pegawai yang tidak lagi memiliki kredibiltas dan profesionalisme.

[4] Pelayanan yang lamban, kurang cepat, dan tidak berkesan
Perkuliahan yang lancar dan tersedianya dosen-dosen pintar tidak cukup menjadi ukuran kepuasan bagi mahasiswa. Kerap lagi, pengurusan di kantor akademik (seperti pengesahan ijazah, pengecekan nilai, dsb) dirasakan kurang berkesan akibat pelayanan yang lamban. Ditambah lagi wajah pegawai yang terkesan jutek dan datar. Entah mau melayani atau tidak, entah memiliki masalah pribadi, atau menghadapi beban kerja berlebihan, mahasiswa kadang dirugikan. Mahasiswa dilayani seadanya dan kurang dianggap. Andai saja, pelayanan kampus mirip dengan pelayanan di hotel berbintang atau di restoran ternama, dimana pelanggan diperlakukan bagai Raja atau Ratu, disapa dengan kata-kata sopan, wajah ramah, dan pelayanan terbaik, sangat mungkin mahasiswa akan merasa puas dan jauh dari rasa "kecewa" (kecuali mahasiswa bersangkutan memiliki karakter jutek sejak lahir)

[5] Pengaturan jadwal kuliah dan tempat belajar yang tidak konsisten dan teratur.
Mahasiswa kuliah jauh-jauh dari kampung halaman ingin merasakan sensasi yang menyenangkan. Namun, kedamaian itu pupus sesaat setelah mengalami jadwal perkuliaan dan tempat belajar yang tidak konsisten dan amburadul. Dosen-dosen diberi kesempatan mengatur jadwal dengan mahasiswa melalui kompromi, tetapi kebanyakan mahasiswa yang harus berkorban, mengikuti kemauan dosen, dan menjalani jadwal yang tidak lagi sesuai dengan keputusan kampus. Belum lagi tempat perkuliahan, tidak sedikit kampus/universitas tidak menyediakan kelas tambahan bagi dosen-dosen yang ngeyel ingin pindah jadwal. Akibatnya, satu kelas terkadang diperebutkan oleh dua kelompok mahasiswa karena jadwal bersamaan. Oleh karena itu, baiknya, jadwal kuliah disusun sedemikian rupa secara teratur sesuai kesepakatan dan kesempatan dosen-dosen yang diberi tugas mengajar.

Dengan harapan agar semua bentuk pelayanan kampus/universitas yang disebutkan di atas dan bentuk-bentuk kekecewaan lain yang belum disebutkan agar segera dibenahi dan ditindak lanjuti oleh pihak berwenang dengan harapan agar seluruh kampus/universitas di Indonesia mencapai puncak kejayaan.

Sedangkan bagi Anda yang tidak pernah merasakan kekecewaan seperti yang disebutkan dalam artikel di atas, besar kemungkinan Anda pernah atau sedang kuliah di kampus/universitas idaman, terbaik, favorit, ternama, populer, percontohan, dan berpredikat A plus plus plus. Oleh karena itu, jika ada kisah atau pengalaman menarik yang ingin dishare, silahkan berkomentar di kolom yang tersedia di bawah ini.

0 Response to "Ini Pelayanan Universitas/Kampus yang harus Dibenahi"

Post a Comment

Terimakasih atas kepatuhannya melakukan komentar yang sopan, tidak menyinggung S4R4 dan p0rnografi, serta tidak mengandung link aktif, sp4m, iklan n4rk0ba, senj4t4 ap1, promosi produk, dan hal-hal lainnya yang tidak terkait dengan postingan. Jika ada pelanggaran, maaf jika kami melakukan penghapusan sepihak. Terimakasih dan Salam blogger!